5 Tanda Menunjukkan Sifat Atasan Toxic Leadership

0
23

Tanda Menunjukkan Sifat Atasan Toxic LeadershipSetiap atasan pasti memiliki karakteristik dan cara yang berbeda-beda dalam memimpin suatu team atau perusahaan. Salah satu sifat atasan adalah toxic leadership.
Sifat atasan ‘toxic leadership’ cenderung merugikan bawahan dan hanya menguntungkan dirinya sendiri.

Inilah lima tanda atasan yang bersifat toxic leadership :

1. Bersikap otoriter

Atasan yang memiliki sifat otoriter, segala keputusan hanya dari dirinya, ia tidak menerima kritikan, tidak mau menerima masukan dan semua keputusannya harus dijalankan.
Dengan memiliki sifat atasan yang otoriter, dapat disimpulkan jika bawahannya bekerja di bawah paksaan dan tekanan.

2. Egosentris

Tipe atasan yang egosentris, beranggapan jika keputusannya yang paling baik dan paling benar. Dengan tingkat kepercayaan yang tinggi, ia tidak ingin ada orang lain mencampuri segala keputusan yang ia buat.
Meski pun ia menerima masukan tetapi bukan berarti untuk diterapkan melainkan hanya untuk diabaikan.

3. Penuh dengan intrik

Tipe atasan yang penuh intrik, sering melakukan kegiatan manipulasi untuk kepentingan dan keuntungannya sendiri.
Dan sebagai bawahan, sering menjadi sasaran yang paling dirugikan. Atasan seperti ini sama seperti istilah serigala berbulu domba.

4. Intimidasi

Hal yang lumrah jika seorang atasan memberi penekanan pada bawahan, baik dalam porsi kerja, pencapaian target, maupun hal lainnya yang erat kaitannya dengan lingkup pekerjaan.
Tindakan intimidasi ini merupakan bagian dari kewenangan atasan, namun jika sudah di luar batas dapat berakibat merugikan bagi bawahan.

5. Diskriminatif

Atasan yang diskriminatif cenderung memperhatikan dan menspesialkan bawahannya yang dianggap menguntungkan dan memperkuat posisinya.
Dia memiliki standarisasi tersendiri terhadap hasil kerja bawahannya, jika hasilnya tidak sesuai harapan, ia tidak segan-segan untuk mensuspend bawahannya tersebut.
Atasan yang seperti ini akan membuat bawahan merasa tidak nyaman untuk bekerja, makan hati dan sangat merugikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here