Makanan Enak Yang Dilarang Diberbagai Negara

0
33

Makanan Enak Yang Dilarang Diberbagai Negara

Setiap negara memiliki peraturan tersendiri yang wajib ditaati oleh traveler yang mengunjunginya. Satu dari peraturan tersebut berkaitan dengan makanan. Beberapa negara mengatur jenis makanan yang tak boleh dikonsumsi di wilayahnya. Seperti larangan permen karet di Singapura atau larangan penambahan saus tomat di Prancis.

Berikut jenis makanan yang dilarang diberbagai negara:

1. Permen M&M (Swedia)

Pengadilan Swedia memutuskan untuk melawan perusahaan permen Mars dalam perselisihan merek dagang dengan Mondelez (perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Kraft).Pasalnya, Mondelez sudah menjual kacang berlapis cokelat di bawah merek Marabou dengan huruf  M

tunggal pada kemasannya, sedangkan M&Ms terlihat terlalu mirip dan menyebabkan kebingungan.

2. Samosa (Somalia bagian Selatan)

Somalia melarang penjualan samosa berdasarkan kekhawatiran mereka terhadap kesehatan masyarakat perdagangnya dituduh membuat samosa dengan daging kucing.Meski demikian, ada juga laporan kelompok ini menganggap samosa sebagai makanan yang terlalu Western.

3. Kinder Suprise Eggs (Amerika Serikat)

Cokelat berbentuk telur ini dilarang di Amerika Serikat. Karena pengemasannya tidak sesuai dengan standar Food and Drug Administration. Masalahnya adalah mainan yang ada di dalam kemasan Kinder Eggs. Peraturan FDA melarang objek yang tidak bisa disantap untuk diletakkan di dalam makanan, karena berpotensi menyebabkan tersedak.

4. Permen Karet (Singapura)

Mengunyah permen karet tampaknya seperti aktivitas yang tidak berisiko. permen karet yang lengket di jalanan atau fasilitas umum merupakan hal yang ingin dihindari pemerintah Singapura. Negara ini memang terkenal ketat dalam hal kebersihan. Karena itulah mereka melarang konsumsi permen karet di MRT. Jika dilanggar, hukuman penjara dan denda yang tak sedikit sudah menanti. Penjualan dan konsumsi permen karet di Singapura bahkan telah dilarang selama 20 tahun.

5. Salmon (Selandia Baru)

Selandia Baru justru melarang peredaran dan konsumsi salmon. Lebih tepatnya salmon yang dibudidayakan. Hanya salmon liar yang bebas beredar di negara tersebut. Salmon budidaya dianggap membahayakan lingkungan oleh The Environmental Defense Fund. Agar tingkat pencemaran lingkungan bisa dikendalikan, pemerintah Selandia Baru memutuskan untuk melarang salmon budidaya.

6. Susu Sapi Murni (Kanada)

Susu sapi murni yang tidak diolah, atau raw milk, disukai sejumlah keluarga karena dianggap lebih enak, lebih segar, dan bergizi dibanding susu olahan. penjualan raw milk dilarang keras, hal ini karena kekhawatiran pemerintah produk ini tercemar bakteri Listeriosis, Salmonella, E-coli, Campylobacter. Serta kuman lainnya, yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Pelarangan tidak hanya untuk susu murni saja, tetapi juga untuk segala produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi.

7. Sirip HiU (Hongkong Dan Malaysia)

Fakta bahwa 6.000 ikan hiu ditemukan mati setiap tahun, dan ikan ini diperlakukan secara kejam karena siripnya dipotong ketika hiu dalam keadaan hidup dan dikembalikan ke laut dalam kondisi tanpa sirip, akhirnya banyak pihak gerah terhadap hidangan yang berasal dari zaman Dinasti Ming di Tiongkok ini. Sup hisit pun di-banned di banyak negara, di antaranya di Amerika Serikat, Kanada, Hongkong, dan Malaysia. Di Indonesia, meski masih ada restoran yang menjual sup sirip hiu, namun sejak September 2013 hidangan ini sebenarnya sudah dilarang.

8. Pewarna Makanan (Norwegia)

Ternyata pewarna sintetik ini juga dibubuhkan pada makanan bayi dan makanan yang ditargetkan untuk balita dan anak-anak. Lembaga Independence Science in the Public Interest, Amerika Serikat, melaporkan, beberapa pewarna makanan terkontaminasi zat karsinogen, yaitu pewarna jenis Red-40 dan Yellow-6, yang jika dikonsumsi dapat langsung mencetus reaksi alergi dan hipersensitivitas pada anak-anak dan konsumsi jangka panjang dapat memicu kanker.

9. Beluga Caviar (Iran)

Beluga Caviar berasal dari telur ikan Sturgeon Beluga, ikan langka yang hanya ada di Laut Kaspia, Laut Hitam, dan Laut Adriatik, ketiganya di perairan Eropa. Karena kelezatan dan eksklusivitasnya, Beluga Caviar dibandrol dengan harga fantastis, mencapai Rp 115 miliar per kilogram, sehingga menjadi makanan bergengsi keluarga elite dan kaya. Namun didapati bahwa proses pembuatan telur ikan Sturgeon menjadi caviar adalah dengan cara menangkap ikan tersebut, membuka perut dan mengeluarkan telurnya. Tentunya hal ini semakin mengurangi populasi ikan Sturgeon. Untuk melindungi satwa yang berasal dari zaman purbakala ini, pemerintah Iran pun mem-banned hidangan ini di negerinya.

10. Foie Gras (Argentina)

Foie gras adalah hidangan khas Perancis yang terbuat dari hati angsa. Untuk memperbesar organ hati angsa, peternak angsa di berbagai belahan dunia disinyalir memberi makan angsa secara paksa, sehingga menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Meski peternak angsa di beberapa negara kemudian menghentikan cara pemberian makan paksa dan mengolah Foie Gras dengan secara lebih ramah ternak, namun Pemerintah Argentina menyikapi kondisi itu dengan tegas dalam bentuk pelarangan penjualan foie gras.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here