Sejarah Black Friday, Pesta Belanja dengan Diskon Besar-besaran

0
15

Sejarah Black Friday, Pesta Belanja dengan Diskon Besar-besaran

Black Friday merupakan pesta belanja yang di rayakan atau di adakan setiap jumat di akhir November, lebih tepatnya sehari setelah Thanksgiving. Pesta ini selalu di nantikan oleh para konsumen kerena menjadi kesempatan yang besar untuk berbelanja dengan potongan harga yang sangat menarik. Tapi, taukah anda bagaimana asal mulanya Black Friday itu bisa menjadi suatu tradisi di Amerika Serika yang kemudia menyebar ke seluruh dunia.

Istilah Black Friday sendiri pertama kali di kaitkan dengan krisis keuangan, bukan perta belanja. Dua orang pemodal Wall Street Jim Fisk dan Jay Gould, bersama-sama membeli emas dalam jumlah yang sangat besar dengan harpa harga keseluruhan melonjak. Namun sayangnya, pada jumat 24 November 1869 terjadilah apa yang di sebut dengan Black Friday. Pasar emas AS jatuh dan 2 pemodal itu bangkrut.

Namun, Black Friday yang di kaitkan dengan pesta belanja terjadi sekitar tahun 1950an atau 60 di Philadelphia. Istilah ini di ciptakan oleh seorang polisi lalu lintas. Ketika saat itu, kerumunan besar turis dan pembeli datang ke kota sehari setelah ThanksgivingĀ  untuk pertandingan sepak bola Angkatan Darat dan Angkatan Laut menciptakan kekacauan, kemacetan lalu linta dan peluang mengutil. Kejadian itu terjadi setelah Thanksgiving.

Petugas kepolisian di kota itu tidak dapat mengambil cuti kerja dan harus bekerja shift panjang untuk mengendalikan kerusuhan yang terjadi. Merekapun menggunakan istilah “Black Friday” untuk merujuknya.

“Departemen Kepolisian Philadelphia menggunakan istilah ini untuk menggambarkan kemacetan lalu lintas dan kerumunan yang intens di toko-toko ritel di pusat kota, kata David Zyla.

Dia mencatat bahwa salah satu yang pertama penggunaan istilah dalam cetakan muncul dalam sebuah iklan dalam edisi 1966 dari The American Philatelist, sebuah majalah untuk kolektor perangko.

Momen ini menjadi pembuka musim belanja menjelang Natal dan tahun baru. Biasanya terjadi kemacetan besar dan trotoar memadat, dan toko-toko di pusat kota dikerumuni pembeli dari pembukaan hingga penutupan.

Pada akhir 1980-an, istilah ini dikenal di seluruh negara dan pedagang segera mengaitkannya dengan penjualan pasca-Thanksgiving.

Kini, Black Friday jadi acara belanja terbesar di Amerika Serikat dan berbagai negara lain di dunia, termasuk Indonesia. Banyak toko memangkas harga berbagai produk mereka, untuk meningkatkan keuntungan dan secara resmi memulai musim perayaan akhir tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here